Kabar Daerah

Ansor Sungai Melayu Rayak Gelar DTD dengan Protokol Kesehatan

Ansor Sungai Melayu Rayak Gelar DTD dengan Protokol Kesehatan
Acara pembukaan DTD yang digelar PAC GP Ansor Sungai Melayu Rayak, Kabupaten Ketapang, Kalbar. Foto: Dok.

ANSOR NEWS, KETAPANG – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Sungai Melayu Rayak, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menggelar kegiatan Diklat Terpadu Dasar (DTD) Ansor-Banser dan Detasemen Wanita Serbaguna (Denwatser) di Pondok Pesantren Hidayatul Muhajirin Sungai Melayu Rayak, Jumat (11/9/2020).

Kegiatan DTD digelar dengan pendampingan langsung oleh jajaran Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Ketapang. Kegiatan DTD tersebut berlangsung mulai Jumat-Minggu (11-13/09/2020). Peserta berasal dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Ketapang.

Hadir pada kegiatan DTD tersebut Ketua Mustasyar PCNU Ketapang, H. Farhan, SE.,M.Si, Ketua PCNU Kabupaten Ketapang Drs. H. Satuki Huddin, M.Si., bersama Wakil Rais Syuriyah KH. Abdullah Al-Faqir, SE, dan KH. Nakhrawi Sabiq, M.Pd didampingi Sekretaris Umum PCNU Ketapang Ust. H. Muhammad Zulkarnain, S.Ag. dan Wakil Ketua H. M. Syafi’ie Huddin, S.Ag. Turut hadir Wakil Ketua PW GP Ansor Kalimantan Barat Suryadi dan empat orang pelatih dan instruktur dari Satuan Koordinasi Wilayah Banser Kalimantan Barat.

Tampak hadir pula dalam kegiatan DTD Perdana di Kecamatan Sungai Melayu Rayak tersebut Camat Sungai Melayu Rayak, Polsek, Kepala Desa Sungai Melayu Baru dan Ketua Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Sungai Melayu Rayak dan Sandai berserta seluruh tokoh agama dan masyarakat Kecamatan Sungai Melayu Rayak.

Ketua Panitia Samroji mengatakan, kegiatan DTD ini adalah pertama kalinya dilaksanakan di Kecamatan Sungai Melayu Rayak. Antusiasme peserta sangat tinggi, yakni 40 peserta. Terdiri dari 33 orang calon anggota Banser dan 7 orang calon Denwatser yang berasal dari beberapa kecamatan di Kabupaten Ketapang.

Menurutnya, meski kegiatan DTD di Kecamatan Sungai Melayu Rayak ini digelar di tengah pandemi Covid-19 saat ini, dirinya berkomitmen bahwa jajaran PAC GP Ansor SMR dan kepanitiaan tetap menerapkan protokol kesehatan sebagaimana petunjuk dan aturan Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang. Panitia pelaksana menyediakan fasilitas protokol kesehatan berupa masker, hand sanitizer, tempat cuci tangan dan penyemprotan disinfektan baik secara otomatis maupun manual.

“Meski Kecamatan Sungai Melayu Rayak zona hijau, kami dari jajaran kepanitiaan dan kepengurusan PAC sangat minta dengan keras kepada seluruh peserta, jajaran pengurus maupun tamu undangan agar tetap menggunakan masker dalam pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai upaya antisipasi dari merebaknya virus Corona di negeri ini,” kata Samroji, yang juga Kasatkoryon Banser Sungai Melayu Rayak.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Ketapang Abdul Ghofar, S.IP. mengingatkan kepada jajaran serta seluruh peserta agar dapat memahami dengan baik bahwa tujuan keikutsertaan dalam perkaderan di DTD Ansor Banser ini adalah untuk mengabdi di NU. Selain itu, lanjut dia, menjaga para ulama-ulama NU dan bangsa ini dari berbagai usaha yang ingin merusak dan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa yang selama ini sudah terjalin dengan baik dan kondusif.

“Ansor dan Banser harus bekerjasama menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, selalu melindungi para ulama, menjaga NKRI. Sebagai anggota baru harus memahami tugas Ansor dan Banser sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Organisasi, Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga Ansor,” ujar Ghofar.

Kegiatan DTD di Kecamatan Sungai Melayu Rayak Ketapang ini digelar dengan pendampingan langsung jajaran PC GP Ansor Ketapang. Jajaran PC GP Ansor Ketapang melakukan koordinasi dan konsolidasi terkait dengan legalitas izin pelaksanaan kegiatan ini ke pihak BPBD Kabupaten Ketapang.

“Pihak BPBD Kabupaten Ketapang pun telah melakukan pengawasan dan verifikasi faktual ke lokasi kegiatan bahwa semua syarat dan ketentuan sudah terpenuhi sehingga pelaksanaan kegiatan DTD tersebut secara resmi diizinkan untuk dilaksanakan, namun tetap mengedepankan protokol kesehatan,” katanya.

Wakil Ketua Bidang Organisasi PW GP Ansor Kalimantan Barat Suryadi juga mengingatkan kepada seluruh pimpinan Ansor dan Banser baik di tingkat PC maupun PAC bahwa kedudukan pengurus Ansor dan anggota Banser adalah sebagai anak kandung dari NU. Dia mengajak untuk bersama-sama dalam menata dan meluruskan niat selama tiga hari mengikuti kegiatan DTD ini dengan bersungguh-sungguh serta khidmat.

Menurut Suryadi, menjadi anggota Ansor dan Banser di era digital benar-benar akan menguji kesabaran pengurus dan anggota.

“Mengapa? Pastinya bulian, fitnah, cacian dan nyinyiran akan terus dilakukan oleh mereka yang tidak senang dengan keberadaan dan kebermanfaatan NU untuk masyarakat, agama dan bangsa. Mari kita sama-sama jaga kekompakan seluruh kader Ansor dan Banser Kabupaten Ketapang,” pintanya.

Suryadi menjelaskan, kegiatan DTD ini adalah kegiatan perdana di Kalimantan Barat di masa Pandemi Covid-19. Dia meminta, kegiatan harus mematuhi protokol kesehatan.

“Oleh karena itu saya meminta kepada seluruh peserta DTD untuk tetap  mematuhi aturan ini sehingga ke depannya kegiatan DTD SMR ini akan menjadi rujukan dan teladan bagi kegiatan DTD selanjutnya di daerah luar Kalimantan Barat,” pungkasnya. (zah)