Kabar Daerah

Pelantikan PCNU Kota Pasuruan, Pengurus Mesti Patuhi Sembilan Poin  

Pelantikan PCNU Kota Pasuruan, Pengurus Mesti Patuhi Sembilan Poin  
Pelantikan PCNU Kota Pasuruan. Foto: Dok

ANSOR NEWS, PASURUAN – PCNU Kota Pasuruan sukses menggelar pelantikan di tengah pandemi Covid-19. Kegiatan yang berlangsung Minggu (26/7/2020), berhasil menyita publik lantaran dilakukan dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19 dengan sangat ketat.

Ketua panitia Muhammad Afifi menjelaskan penerapan protokol kesehatan dilakukan sebagai teladan bagi masyarakat tentang berkegiatan di tengah pandemi.

Selain itu, harapan besar agar kegiatan pelantikan pertama kali PCNU di Jawa Timur dalam masa pandemi menjadi role model bagi PCNU lain yang akan menyelenggarakan kegiatan serupa.

Namun, yang tak kalah penting dari ketatnya protokol kesehatan yang diterapkan panitia mulai dari bilik sterilisasi, handsanitizer, pemakaian masker dan face shield serta physical distancing adalah sambutan dari Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Pasuruan KH M Nailur Rahman atau akrab disapa Gus Amak.

Pidato yang mengambil judul “9 Highly Pointed Statement” tersebut menjadi pijakan ideologi dan bentuk karakter pengurus NU di Kota Pasuruan yang dipimpinnya. Berikut adalah naskah lengkap kiai muda tersebut:

9 Highly Pointed Statements:

1. Meski Anda belum kaya, jadilah pengurus yang bermental kaya. Orang yang bermental kaya akan mudah memberi, mudah mengorbankan sesuatu yang dimilikinya untuk kebaikan, mudah mengulurkan bantuan. Orang yang bermental kaya tidak mudah menuntut balasan, tidak mudah mengambil keuntungan pribadi dan tidak akan berani mengorbankan kepentingan bersama. Orang yang bermental kaya, tidak mudah dibeli, tidak mudah dipermainkan hanya dengan iming-iming sesaat yang nilainya murah dan hina. Mari galakkan gerakan Koin NU, mari galakkan semangat untuk membantu umat, mari tingkatkan semangat berkhidmah di NU tanpa mengeluh dan jangan hitung-hitungan! Mbah Wahab dawuh, kalau kamu berjuang untuk NU, maka Allah akan mengangkat derajatmu dan Allah akan memberi ganti atas semua yang telah kamu korbankan untuk NU (dawuh ini disampaikan kepada saya oleh KH Roqib bin KH Abd Wahab Hasbullah).

2. Di dalam urusan kebangsaan, pengurus NU dan keluarganya harus benar-benar sadar bahwa politik adalah lahan untuk berdakwah, bukan main-main. Pengurus harus mengerti bahwa apa pun yang kita lakukan, semuanya demi kepentingan NU. NU kuat, umat akan kuat! NU lemah, nasib umat akan jadi taruhannya. Maka, pengurus dan kader NU harus satu komando. Kalau ada pengurus NU yang berani mempermainkan NU, saya khawatir dia akan kecewa dan kualat karena telah mengecewakan Syaikhona Kholil Bangkalan, Rois Akbar KH Hasyim Asy'ari dan para muasis NU.

3. Pengurus NU harus cerdas, mana yang berpotensi akan melemahkan sendi-sendi Ahlussunnah wal Jama'ah an-Nahdliyyah. MWC harus hati-hati, ranting-ranting harus hati-hati. Sekarang ini, semuanya akan mengaku NU dan mendekat ke NU, tapi hati-hati, jangan sampai kita dikelabui. Kalau sekedar ingin sarung sutera, datang ke rumah saya, saya akan berikan selama Anda mau barang yang sudah saya pakai dan selama persediaan masih ada!

4. Anda harus cerdas, kuat dan sabar! NU harus berada di garda terdepan dalam memperjuangkan pendidikan, kesejahteraan dan keadilan sosial. Perjuangan-perjuangan ini akan semakin mudah diwujudkan jika NU mendapat keberpihakan dari pemerintah, jika NU mendapat ruang sinergi yang luas dengan pemerintah. Banyak ruang yang bisa disinergikan, tinggal ada kemauan dan keberpihakan atau tidak.

5. Maka, sekali lagi, pengurus NU harus cerdas, harus bermental kaya dan harus waspada! Apa pun langkah yang kita ambil, perbuatan yang kita lakukan, semuanya harus demi kepentingan NU!

6. Orang yang bersedia berjuang untuk umat, derajatnya tidak lebih rendah daripada orang yang berdzikir di atas sajadah!

7. NU adalah amanat, NU adalah milik umat, NU bukan warisan tapi harus dipertanggungjawabkan.  NU adalah titipan anak cucu. NU harus diperjuangkan untuk kemaslahatan umat, jangan berkhianat dan jangan dijual untuk kepentingan sesaat!

8. Jabatan adalah kehormatan. Tapi pengurus NU harus tetap rendah hati. Mendapatkan penghormatan bukan bukti kesuksesan. Menghormati belum tentu karena betul-betul memiliki rasa hormat. Bisa saja orang menghormati kita karena takut, karena diharuskan, karena mereka bekerja untuk kita, mereka butuh sama kita, atau supaya terlihat pantas saja.

9. Prioritas PCNU Kota Pasuruan: Peningkatan Pelayanan Sosial, Memperkuat Sinergi dan Sinkronisasi pengabdian dalam satu barisan. Saya berharap PCNU dapat bermitra secara strategis dengan para stakeholder.

Pidato yang merefleksikan tentang situasi aktual NU itu mendapatkan aplaus dari peserta pelantikan dan Musker I PCNU Kota Pasuruan masa khidmah 2020-2025. Khususnya, dari Pengurus Wilayah NU Jawa Timur KH Syafrudin Syarif.

"Saya menyimak betul apa yang disampaikan oleh ketua PCNU, dan semoga gagasan besar beliau tentang NU terlaksana. Saya merasakan dengan gagasan besar itu beliau kelak layak menjadi Ketua Umum PBNU," Jelas KH Syafrudin Syarif, di depan peserta pelantikan yang berlangsung di Gedung Graha Mulia Randusari itu.

Acara pelantikan dipungkasi dengan Musyawarah Kerja I PCNU Kota Pasuruan. Ketua Panitia Musker Waladi Imaduddin menjelaskan bahwa semangat musker ini adalah sinergitas semua elemen kekuatan NU dari mulai PC, MWC, Ranting, Lembaga, dan Banom.

"NU Bishoffil Wahid. Sinergitas, Kemandirian dan Pengabdian dalam Satu Barisan. Itu tema besar yang menghimpun tentang penataan konsolidasi organisasi, sinergi semua kekuatan, kaderisasi dan gerakan sosial/filantropi," tandasnya. (zah)