Kabar Nasional

Mantan Panglima TNI Meninggal, Gus Yaqut Ucapkan Duka Cita

Mantan Panglima TNI Meninggal, Gus Yaqut Ucapkan Duka Cita
Jenderal TNI Purn Djoko Santoso, mantan Panglima TNI. Foto: Ist.

ANSOR NEWS, JAKARTA – Mantan Pangliman TNI Jenderal TNI Purn Djoko Santoso meninggal dunia di RSPAD Gatrot Soebroto, Jakarta, Minggu (10/5/2020). Djoko Santoso meninggal pada usia 67 tahun akibat pendarahan otak.

Djoko meninggal usai menjalani perawatan pasca-operasi karena pendarahan di otak di RSPAD Gatot Soebroto. Djoko meninggalkan seorang istri bernama Angky Retno Yudianti dan 2 anak, yaitu Andika Pandu Puragabaya dan Ardhya Pratiwi Setiowati. Jenazah dimakamkan di Sandiego Hills, Karawang, Jawa Barat.

Wakil Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Brigjen TNI dr Budi Sulistya ketika dikonfirmasi di Jakarta, mengatakan, bahwa almarhum Djoko Santoso meninggal dunia karena stroke.

"Beliau (alm Djoko) dirawat sejak Sabtu (2/5) lalu karena mengalami stroke. Beliau meninggal bukan karena Covid-19, tetapi karena stroke berat yang diderita," kata Budi.

Djoko Santoso merupakan mantan Panglima TNI yang belakangan aktif berpolitik bersama Partai Gerindra. Pada Pemilihan Presiden pada tahun lalu dia dipercaya sebagai Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Djoko lahir di Surakarta pada 8 September 1952. Dia lulus dari akademi militer pada 1975 kemudian melanjutkan pendidikan kemiliteran di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) pada 1990 dan Lembaga Ketahanan Nasional pada 2005.

Kariernya meningkat menjadi Panglima TNI ke-16 pada 2007-2010 saat era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selama masa itu pula Djoko juga sempat menjadi Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) ke-11 pada 2008-2012.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengucapkan duka cita mendalam. Prabowo yang juga atasan Djoko saat menjadi prajurit TNI mengatakan selama memimpin selalu bersikap keras, namun dia belum pernah marah pada Djoko. Djoko juga disebut tidak lupa dengan komandannya walau jabatan dia pernah lebih tinggi ketika menjadi pemimpin puncak Panglima TNI.

"Tapi meski beliau jadi bintang empat, beliau tidak lupa dengan komandannya," kata Prabowo.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mendoakan almarhum husnul khotimah. Dia juga berdoa agar almarhum mendapatkan magfirah (ampunan) dan rahmat dari Allah.

"Teriring doa, semoga beliau husnul khotimah dan mendapat rahmat serta maghfirah dari Allah SWT. Aamiin YRA," ujar Hadi, Minggu (10/5/2020).

Ucapan duka cita juga disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas.

"Innalillahi wa innaa ilaihi roji'un. Mengucapkan duka cita mendalam atas meninggalnya Jenderal Djoko Santoso, mantan Panglima TNI. Semoga almarhum husnul khotimah, semua amal kebaikannya diterima Allah SWT, diampuni segala dosanya, serta keluarga yang ditinggalkan ikhlas dan sabar. Amin. Alfaatihah,” ujar Gus Yaqut, sapaannya, Minggu (10/5/2020).

Sementara itu, TNI akan mengibarkan bendera setengah tiang sebagai penghormatan terakhir atas meninggalnya mantan Panglima TNI tersebut.

"Sebagai bentuk penghormatan dan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian almarhum Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, seluruh satuan jajaran TNI/TNI Angkatan Darat mulai hari ini mengibarkan bendera setengah tiang," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Kolonel Inf Nefra Firdaus, di Jakarta, Minggu (10/5).

Menurut Nefra, setelah prosesi perawatan jenazah di Rumah Duka RSPAD Gatot Soebroto, almarhum dibawa ke rumah duka di Jalan Bambu Apus Raya nomor 100 RT 12/RW 3, Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Upacara pemakaman dilakukan secara militer di Pemakaman Umum Sandiego Hills, di Karawang, Jawa Barat. Pemakaman dipimpin oleh Panglima TNI Hadi Tjahjanto. (*)