Kabar Nasional

Hilangkan Semua Sekat, Gus Yaqut: Didi Kempot Persatukan Bangsa

Hilangkan Semua Sekat, Gus Yaqut: Didi Kempot Persatukan Bangsa
Didi Kempot. Foto: Antara

ANSOR NEWS, JAKARTA - Dunia musik Tanah Air kembali berduka. Setelah Glenn Fredly, Indonesia kehilangan seorang legenda, Didi Kempot.   

Tak ada yang menyangka Didi Kempot akan meninggal begitu cepat. Pasalnya, Didi Kempot terlihat bugar. Dia juga masih tetap beraktivitas meski di tengah pandemi corona.

Di mata Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas, Didi Kempot ini sosok yang keren. Betapa tidak. “Cuma dia yang mampu membawa campursari dari warna musik kelas rakyat menjadi disukai juga oleh kelas atas. Mobilitas vertikal yang dia kapitalisasi menjadi aksi kemanusiaan di ujung usianya,” ungkap Gus Yaqut, sapaan akrabnya, Selasa (5/5/2020).

Inilah yang menurut Gus Yaqut membuat Didi Kempot layak disebut sebagai legenda. Meski lirik lagu-lagunya menggunakan bahasa Jawa, namun masyarakat enjoy saja. Padahal, penikmat musiknya tak hanya orang Jawa.

“Lirik lagu-lagu Didi Kempot banyak bercerita tentang masyarakat kelas bawah. Namun ternyata, lagu dan musik Didi Kempot tak hanya dinikmati kelompok masyarakat kelas bawah, tapi juga kelas atas. Ini karena menurut saya liriknya sangat lekat dengan keseharian dan bisa mewakili perasaan kita," ucapnya.

"Semua lapisan larut tersihir dengan lagu-lagu Didi Kempot. Bayangkan, anak milenial yang nggak paham bahasa Jawa sampai nangis lihat konsernya. Ini kan luar biasa. Didi Kempot mampu menghilangkan semua sekat, dari suku, budaya sampai politik. Ia mempersatukan bangsa. Masyarakat sangat kehilangan beliau,” timpal Gus Yaqut.

Bagi Gus Yaqut, pria kelahiran Solo, Jawa Tengah, 31 Desember 1966, tersebut juga tak sekadar musisi atau penyanyi. “Didi Kempot juga sangat peduli dengan masyarakat yang membutuhkan,” ucap Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini.  

Ya, di ujung usianya, musisi dengan banyak atribusi mulai Bapak Patah Hati Indonesia, Lord Didi hingga The Godfather of Brokenheart ini masih sempat menggalang dana kemanusiaan melalui konser online. Konser Amal dari Rumah bersama Didi Kempot berhasil mengumpulkan donasi hingga Rp 7,6 miliar. Dana ini diperuntukkan untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Insya Allah husnul khotimah,” cetus Gus Yaqut. (*)